
Cerita ini mengisahkan sekelompok pemuda pengangguran yang menawarkan jasanya mendorong becak di tanjakan jembatan di JL. Hayam Wuruk Pekalongan, Jawa Tengah. Latar belakang kemiskinan dan minimnya lapangan kerja membuat mereka terpaksa menjalani profesi ini demi mempertahankan hidup mereka. Dalam melakukan pekerjaannya sebagai buruh tukang becak, Mukhlis, Temon, Gondrong dan kawan-kawannya terkadang mengundang kontroversi bagi pihak tertentu. Mereka menuturkan bahwa mereka pernah terjaring razia karena dianggap sebagai sampah masyarakat atau preman.
Supriyadi
T.+62-856-59005935
yadie_urban[at]hotmail.com
Yayasan Masyarakat Mandiri Film Indonesia | Jl. Sutan Syahrir 1C / Blok 3-4 | Jakarta Pusat 10350, Indonesia | phone: 62-21-31925113 / 115 | fax: 62-21-31925360