in-docs


The Take-Off

Subjek
: Anak-anak, Pendidikan
Tahun
: 2001
Negara
: Indonesia
Durasi
: 30 min.
Bahasa
: English
Teks
: None
Warna
: Colour
Format Asli
:
Sutradara
: Chandra Tanzil
Produser
: Vikram Channa
Produser Penyelia
:
Editor
: Irvan Mulyadi, Joseph de-silva A., Hendry Keck
Kamerawan
: Joe Samson, Benda Ariswadi, Boy, Supandi, Harry Soeriaatmadja

Sinopsis

Apa yang terjadi kalau hamparan sawah di sulap menjadi bandar udara internasional? Inilah yang coba diungkap dalam documenter The Take-Off yang mewakili Indonesia dalam program First Time Film Makers Discovery Channel, menggambarkan perubahan besar yang dialami oleh penduduk asli sekitar Bandara Internasional Sukarno-Hatta. Bagaimana mereka yang dulunya petani dan tinggal di wilayah yang cukup terisolasi, kini harus hidup berdampingan dengan bandara terbesar di Indonesia dan segala kemajuan serta modernitas yang mengepung hidup mereka. Bagaimana harapan untuk hidup lebih maju pupus karena keterbatasan pendidikan yang membuat mereka kalah berkompetisi dengan para pendatang yang melamar kerja di bandara internasional. Film ini menampilkan sosok Muhamaddina murid kelas 6 SD dan keluarganya, yang harus bersaing dengan pesatnya kemajuan teknologi dan modernisasi. Bagaimana teknologi dan modernisasi telah mengubah hidup mereka. Disatu sisi, kemajuan justru mendatangkan kesulitan penghidupan bagi ayah Muhamaddina yang dahulunya buruh tani serabutan. Namun di sisi lain, teknologi dan modernisasi tetap menyisakan pengaruh positifnya. Hal-hal baru telah merubah mimpi-mimpi anak-anak di wilayah pinggiran bandara. Mereka tidak lagi bercita-citra sebatas menjadi petani seperti ayahnya. Kini, berbagai terpaan modernisasi dan teknologi baru, telah melahirkan cita-cita yang lebih tinggi lagi, sebuah kesadaran akan pentingnya peran pendidikan bagi generasi penerus mereka. Film The Take-Off ini merupakan salah satu dari 6 seri documenter First Time Film Makers Discovery Channel yang bertemakan "pengaruh teknologi terhadap kehidupan manusia di awal abad 21", yang masing-masing berdurasi 24 menit dan mewakili persoalan di Singapura, Taiwan, Malaysia, Muangthai dan Filipina. Seri documenter ini diputar secara Global pada tanggal 27 Desember 2001.

Penghargaan / Pemutaran / Lain-lain

For Discovery Channel

Kontak

chandra_tanzil[at]yahoo.com

CARI DOKUMENTER




LIHAT JUDUL


kirim dokumentermu/send your documentary
 

 

DOKUMENTER INDONESIA

  • 15 Menit Mengenal HIV/AIDS

    15 Menit Mengenal HIV/AIDS

  • 2.5 Billion Dollars for The State

    2.5 Billion Dollars for The State

  • 200 m Dari H.I.

    200 m Dari H.I.

  • Abrakadabra! (Abracadabra!)

    Abrakadabra! (Abracadabra!)

  • Air Mata Ibu (Mother's Tears)

    Air Mata Ibu (Mother's Tears)

  • Aku Bukan Maling (I'm Not A Thief)

    Aku Bukan Maling (I'm Not A Thief)

  • Aku Tak Putih

    Aku Tak Putih

  • Amtenar: Sahaja Jasa Yang Terabaikan

    Amtenar: Sahaja Jasa Yang Terabaikan

  • Bade Tan Reuda (Aceh's Neverending Tragedy)

    Bade Tan Reuda (Aceh's Neverending Tragedy)

  • Bali Hope in Paradise

    Bali Hope in Paradise

  • Basis Srandul (Srandul Basis)

    Basis Srandul (Srandul Basis)

  • Beauty Is Pain

    Beauty Is Pain

  • Belajar dari Borobudur (Learning from Borobudur)

    Belajar dari Borobudur (Learning from Borobudur)

  • Benteng Pantura (Pantura Fort)

    Benteng Pantura (Pantura Fort)

  • Borderless Borneo

    Borderless Borneo

  • Born in Aceh

    Born in Aceh

  • Di Atas Rel Mati (On The Abandoned Track)

    Di Atas Rel Mati (On The Abandoned Track)

  • Disappearing Jakarta

    Disappearing Jakarta

  • Gerabah Plastik (The Plastic Pottery)

    Gerabah Plastik (The Plastic Pottery)

  • Gubuk Reot Di Atas Minyak Internasional

    Gubuk Reot Di Atas Minyak Internasional

  • Hanya Air Hujan yang Gratis (Only Raindrops are Free)

    Hanya Air Hujan yang Gratis (Only Raindrops are Free)

  • Jakarta, Kota Gue!!!

    Jakarta, Kota Gue!!!

  • Jangan Bilang Aku Gila! (Don't Call Me Crazy!)

    Jangan Bilang Aku Gila! (Don't Call Me Crazy!)

  • Jogja Berhati Mural

    Jogja Berhati Mural

  • Jual Beli Perempuan dan Anak (Women and Children for Sale)

    Jual Beli Perempuan dan Anak (Women and Children for Sale)

  • Kulo Ndiko Sami (I Am The Same As You Are)

    Kulo Ndiko Sami (I Am The Same As You Are)

  • Last Bissu, The

    Last Bissu, The

  • Mass Grave, Digging Up The Cruelties (An Indonesia's Forgotten Barbarism)

    Mass Grave, Digging Up The Cruelties (An Indonesia's Forgotten Barbarism)

  • Massroom Project: Dongeng Sebelum Hujan (Tales Before The Rain)

    Massroom Project: Dongeng Sebelum Hujan (Tales Before The Rain)

  • Massroom Project: Ronin

    Massroom Project: Ronin

  • Mengejar Fatamorgana (Chasing Mirage)

    Mengejar Fatamorgana (Chasing Mirage)

  • Musisi Mencari Status (The Searching Musician)

    Musisi Mencari Status (The Searching Musician)

  • Nangiang Barong

    Nangiang Barong

  • No Book to Read

    No Book to Read

  • Panggung Kasetyan Balekambang (The Unwavering Ketoprak Balekambang)

    Panggung Kasetyan Balekambang (The Unwavering Ketoprak Balekambang)

  • Perempuan

    Perempuan "Girli" (The Woman From Riverside)

  • Politik Tengku (Tengku's Politics)

    Politik Tengku (Tengku's Politics)

  • Prahara Tsunami Bertabur Bakau

    Prahara Tsunami Bertabur Bakau

  • Rasinah: The Enchanted Mask

    Rasinah: The Enchanted Mask

  • Saat Menebar Mimpi (Time to Spread a Dream)

    Saat Menebar Mimpi (Time to Spread a Dream)

  • Sang Penggali Fosil (The Fossil Searcher)

    Sang Penggali Fosil (The Fossil Searcher)

  • Sego Kucing Lawuh Suket

    Sego Kucing Lawuh Suket

  • Sejarah Negeri Yang Karam

    Sejarah Negeri Yang Karam

  • Setangkup Asa Di Balik Kemilau Intan

    Setangkup Asa Di Balik Kemilau Intan

  • Setelah Puncak (After The Top)

    Setelah Puncak (After The Top)

  • Suster Apung (The Floating Nurse)

    Suster Apung (The Floating Nurse)

  • Tanah Terakhir (The Last Land)

    Tanah Terakhir (The Last Land)

  • Tatotio Lukisio

    Tatotio Lukisio

  • Taufiq Ismail: Tirani dan Puisi (Taufiq Ismail: Tyranny and Poetry)

    Taufiq Ismail: Tirani dan Puisi (Taufiq Ismail: Tyranny and Poetry)

  • The healing of Bali (Indonesia atau Australia)

    The healing of Bali (Indonesia atau Australia)

  • The Take-Off

    The Take-Off

  • Time Bomb!

    Time Bomb!

  • Titik 48 Koma

    Titik 48 Koma

  • Topeng

    Topeng

  • Tragedi Jakarta 1998: Gerakan Mahasiswa di Indonesia (Army Forced Them to be Violent, The)

    Tragedi Jakarta 1998: Gerakan Mahasiswa di Indonesia (Army Forced Them to be Violent, The)

  • Trunyan, Scent of the Dead

    Trunyan, Scent of the Dead

  • Tulang Punggung

    Tulang Punggung

  • Uang Naik (The Dowry)

    Uang Naik (The Dowry)

  • Umar Kayam: Refleksi Kehidupan (Umar Kayam: Reflections)

    Umar Kayam: Refleksi Kehidupan (Umar Kayam: Reflections)

  • Untuk Kaum Muda Dan Mereka Jang Berhati Muda

    Untuk Kaum Muda Dan Mereka Jang Berhati Muda

  • Widji Thukul, Penyair Dari Kampung Halaman Solo (Di manakah Kamu Berada?)

    Widji Thukul, Penyair Dari Kampung Halaman Solo (Di manakah Kamu Berada?)

  • Yang Muda Yang Memilih

    Yang Muda Yang Memilih

  • Youth on the Edge

    Youth on the Edge

 

in-docs

Yayasan Masyarakat Mandiri Film Indonesia | Jl. Sutan Syahrir 1C / Blok 3-4 | Jakarta Pusat 10350, Indonesia | phone: 62-21-31925113 / 115 | fax: 62-21-31925360


Copyright © 2009 In-Docs. All Right Reserved.