Pusat Studi Sosial Asia Tenggara (PSSAT) bekerjasama dengan Kampung Halaman, mempersembahkan: Screening "Budaya tak Berbatas" dan Diskusi membahas "Teritori dan Deteritorialisasi: Politik Identitas Melayu di Asia Tenggara". Acara ini akan diselenggarakan pada hari Kamis 18 Maret 2010, Pukul 13.00 WIB -16.00 WIB di ruang 202-PAU UGM, Lantai 2 Sayap Timur.
Sinopsis :
Budaya Tak Berbatas | Kampung Halaman and IPMKR-Y | 31 minutes
Penting bagi suatu negara untuk memiliki identitas. Namun, dengan pembentukan dua negara yang berdekatan dan berbagi kebudayaan yang sama: Budaya Melayu, identitas dapat menimbulkan kontroversi, berkelahi, atau perselisihan karena kedua negara memiliki rasa memiliki hal yang sama.
Indonesia, Malaysia, dan Singapura, negara-negara yang kita kenal sekarang, adalah hasil figurasi geopolitik baru sebagai konsekuensi dari traktat London pada 1824. Sebelumnya, lalu lintas manusia, barang, dan budaya sangatlah lancar dalam catatan Kerajaan Melayu, Johor-Riau-Lingga-Pahang. Setelah Inggris menaklukkan Malaysia dan Singapura, dan Belanda menjajah Indonesia, garis perbatasan menyampaikan kisah-kisah dari negara-negara baru.
Kebudayaan dalam konteks modern telah dicampur dengan politik dan kebijakan ekonomi negara. Peraturan-peraturan ini kadang-kadang melupakan arti sejarah dan budaya: bahwa kami berasal dari satu akar dalam konteks kebudayaan malay yang merupakan salah satu budaya tertinggi di dunia.
Yayasan Masyarakat Mandiri Film Indonesia | Jl. Sutan Syahrir 1C / Blok 3-4 | Jakarta Pusat 10350, Indonesia | phone: 62-21-31925113 / 115 | fax: 62-21-31925360